• header4
  • header3

Pengumuman Hasil PPDB tanggal 17 Mei 2019 di Harian Gorontalo Post dan Website http://mtsngorontalo.sch.id

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MTs Negeri 1 Kota Gorontalo

NPSN : 60725187

Jl.Poigar Kel.Molosipat U Kec.Sipatana Kota Gorontalo


mtsnkota.gorontalo@gmail.com

TLP : 0435-8331787


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana menurut anda perkembangan di MTs Negeri 1 KotaGorontalo ini?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat

Statistik


Total Hits : 299489
Pengunjung : 83789
Hari ini : 26
Hits hari ini : 58
Member Online : 0
IP : 3.234.214.113
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Sebanyak 160 Siswa MTsN 1 Kota Gelar Nobar di XXI




Sebanyak 160 Siswa MTsN 1 Kota Gelar Nobar di XXI

KOTA (kemenag.go.id) – Sebanyak 160 orang siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Gorontalo bersama guru dan orang tua murid menggelar nonton bareng (Nobar) di salah satu studio ternama di kota Gorontalo XXI. Kali ini siswa nonton bareng Film Hayya yang mengisahkan tentang negara di timur tengah khususnya Palestina dan Israel, Sabtu (12/10/19).

Nonton bareng ini diprakarsai oleh Kosbufi (Komunitas Film Religi) Gorontalo yang membooking studio 2 khusus rombongan dari siswa MTsN 1 Kota Gorontalo. Susianti salah seorang guru yang mendampingi siswa mengisahkan tentang film Hayya tersebut kepada awak Humas. Ia mengatakan bahwa film ini menceritakan tentang kisah 2 orang jurnalis asal indonesia yang sedang meliput perang yang ada di Jalur Gaza Palestina.

Lebih lanjut Susi sapaan akrab dari Susianti menjelaskan, bahwa film yang berdurasi 101 menit ini mengambil latar Indonesia dan Palestina sebagai objek film. Film yang bergenre film drama keluarga ini, menurutnya mengandung banyak pelajaran serta menggugah rasa empati khususnya kepada korban dari perang yang ada di Palestina, dimana banyak anak-anak yang kehilangan orang tua bahkan kehilangan waktu untuk mendapat pendidikan disebabkan oleh perang.

“Banyak anak yang menjadi korban perang dan menjadi yatim piatu, dan mereka harus tinggal di kemah-kemah pengungsian. Dengan adanya film Hayya ini, saya  berharap para penonton khususnya anak-anak didik kami lebih peduli terhadap sesama,” tambahnya.

Diakhir percakapannya dengan awak Humas, Susi menyampaikan bahwa mungkin kita tidak bisa membantu secara langsung atas penderitaan anak-anak Palestina, namun paling tidak dengan rasa empati pun sudah merupakan bentuk rasa peduli terhadap mereka. Adapun keuntungan dari penayangan film ini, sesuai info yang didapatkannya akan disumbangkan kepada anak-anak Palestina melalui lembaga kemanusiaan yang bekerja untuk Palestina. (riri/R@ja)



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas